Berita Lain
-
Kamis, 09/09/2010 13:08 WIB
Belanja Ritel Modern Tembus Rp 100 Triliun di 2010 -
Kamis, 09/09/2010 11:47 WIB
Pemerintah Tinjau Ulang Kucuran ke Merpati Rp 310 Miliar -
Rabu, 08/09/2010 21:29 WIB
SBY Jaga Harga Pangan Tak Naik Drastis -
Rabu, 08/09/2010 19:09 WIB
Pemerintah Hanya Bisa Imbau Masyarakat Tak Gunakan BBM Subsidi -
Rabu, 08/09/2010 18:02 WIB
PT Berdikari Jadi Cikal Bakal BUMN Peternakan -
Rabu, 08/09/2010 17:18 WIB
Dino Patti Djalal Mundur Dari Danareksa
Indeks Berita
Senin, 12/10/2009 09:17 WIB
Elpiji Tidak Perlu Naik Jika Pertamina Tagih Piutang BUMN
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
"Harga elpiji ini seharusnya jangan naik dulu. Kan ada pihak ketiga yang punya kewajiban kepada Pertamina, Menurut hemat saya, seharusnya itu dibereskan dulu,"ujar Pengamat Migas, Dirgo Purbo dalam diskusi bertajuk 'Elpiji Naik Lagi' di Menara Kebon Sirih, Jakarta, Senin (12/10/2009)
Dirgo menyatakan, jika BUMN-BUMN seperti PLN dan Garuda melunasi kewajibannya kepada Pertamina maka neraca keuangan BUMN Migas pelat merah itu bisa menjadi lebih baik.
"Kalau PLN, Garuda, dan TNI bisa punya utang, masa masyarakat tidak boleh utang kepada Pertamina. Jangan masyarakat terus dijadikan obyek." katanya.
Seperti diketahui Pertamina mulai tanggal 10 Oktober 2009 telah menaikkan harga elpiji sebesar Rp 100 per kilogram untuk elpiji kemasan 50 kg, 12 kg, dan 6 kg.
Harga elpiji kemasan 12 kg dan 6 kg yang sebelumnya Rp 5.750 per kg naik menjadi Rp 5.850 per kg. Selain itu harga elpiji kemasan 50 kg yang sebelumnya sebesar Rp 7.255 per kg meningkat menjadi Rp 7.355 per kg.
Dengan demikian harga baru elpiji untuk kemasan 12 kg menjadi Rp 70.200 per tabung, harga baru elpiji 6 kg Rp 35.100 per tabung, dan elpiji kemasan 50 kg Rp 367.750 per tabung.
Pertamina pun telah mengimbau kepada masyarakat yang biasa menggunakan elpiji 12 kg untuk tidak beralih ke elpiji 3 kg, karena elpiji 3 kg hanya diperuntukan untuk masyarakat tidak mampu karena harganya masih disubsidi.
Pertamina telah memberlakukan harga khusus elpiji ukuran 12 kg dan 50 kg untuk wilayah Banjarmasin, Bangka, Batam, Lombok dan Pontianak. Harganya adalah:
Kemasan 12 kg:
- Banjarmasin: Rp 7.114/kg
- Bangka: Rp 8.188/kg
- Batam: Rp 6.765/kg
- Lombok: Rp 7.207/kg
- Pontianak: Rp 7.701/kg
- Banjarmasin: Rp 8.636/kg
- Bangka: Rp 8.188/kg
- Batam: Rp 7.661/kg
- Lombok: Rp 8.727/kg
- Pontianak: Rp 9.214.
Sementara untuk tahun ini, jika harga elpiji 12 kg tidak dinaikan maka kerugian yang akan ditanggung Pertamina dari penjualan elpiji ukuran 12 kg akan turun menjadi Rp 2,3 triliun. Adapun rata-rata CP Aramco mulai Januari hingga Oktober 2009 sekitar US$ 479 per ton.
"Padahal sesuai dengan UU BUMN, BUMN itukan tidak boleh rugi," tegasnya.
(epi/dnl)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (13 Komentar)
Baca juga :
- Orang Kaya Harus Dewasa Untuk Tidak Beralih ke Elpiji 3 Kg
- Elpiji 3 Kg Terancam Langka Akibat Kenaikan Elpiji 12 Kg
- Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg Belum Merata
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).









---125x125.gif)
