Berita Lain
-
Jumat, 03/09/2010 14:15 WIB
RI Tetap Tukar Panser Pindad dengan Mobil Proton -
Jumat, 03/09/2010 14:04 WIB
RI-China Sama-sama Ngaku Tekor Dagang -
Jumat, 03/09/2010 13:34 WIB
Rp 80 Triliun Anggaran untuk UMKM Tercecer -
Jumat, 03/09/2010 12:50 WIB
Izin Impor Gula Putih Keluar Sebelum Lebaran -
Jumat, 03/09/2010 12:46 WIB
RI-India Sepakat Genjot Perdagangan US$ 15 Miliar -
Jumat, 03/09/2010 12:15 WIB
47,16 Juta Unit UMKM Belum Berbadan Hukum
Indeks Berita
Kamis, 22/10/2009 09:32 WIB
Penyalur BBM Bersubsidi Diminta Siapkan Infrastruktur Hingga 14 Desember
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

"Sebelum 14 Desember itu sudah terwujud. Kalau sampai 14 Desember tidak ada, maaf," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono saat ditemui di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/10/2009) malam.
Berbeda dengan pemilihan distributor BBM bersubsidi tahun-tahun sebelumnya, dalam tender pendistribusian BBM bersubsidi tahun ini, BPH tidak hanya memilih satu pemenang. BPH Migas juga menetapkan tiga perusahaan yaitu PT AKR Corporindo, PT Shell Indonesia dan Petronas sebagai pendamping Pertamina sebagai distributor BBM PSO tahun depan.
Tubagus menjelaskan, rencananya AKR nantinya akan menyalurkan BBM bersubsidi di wilayah Sumatera Utara, Lampung dan Kalimantan Barat. Sementara Shell dan Petronas hanya di Medan saja.
"Shell hanya di Medan, hanya untuk satu pompa bensin karena yang ditawarkan dia itu. Begitupun Petronas ada empat pompa bensin di Medan," ungkapnya.
Meski belum bisa menyampaikan secara rinci berapa kuota BBM yang akan disalurkan ketiga pendamping Pertamina, Tubagus menyebutkan, total dari penyaluran BBM ketiga perusahaan itu tidak sampai satu persen dari kuota BBM yang sudah ditetapkan dalam RAPBN 2010.
"AKR sekitar 100 ribu kilo liter per tahun. Sementara untuk Shell dan Petronas saya lupa angka persisnya. Tapi secara keseluruhan tidak sampai 1 persen dari kuota BBM bersubsidi untuk tahun depan," papar Tubagus.
Tubagus berharap dengan dipilihnya perusahaan-perusahaan tersebut untuk membantu Pertamina untuk menyalurkan BBM bersubsidi dapat mempercepat pengembangan infrastruktur penyaluran BBM di luar Pulau Jawa.
"Kami ingin ada perkembangan infrastruktur di luar Jawa," harapnya.
(epi/qom)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Harga BBM Tidak Naik Hingga Akhir Tahun
- Pemerintahan Baru Diimbau Waspada Terhadap Tren Kenaikan Harga Minyak
- Harga Minyak Bisa Tembus US$ 90
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).










---125x125.gif)
