Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Senin, 26/10/2009 17:50 WIB
Indonesia Bakal Kantongi 300 Ribu Euro dari Perdagangan Karbon
Gede Suardana - detikFinance
-dalam.jpg)
(Foto: World News)
Demikian disampaikan Ketua Dewan Nasional untuk Perubahan Iklim Rachmat Witoelar pada pertemuan panel antar pemerintah tentang perubahan iklim (IPCC) ke-31 di hotel Westin, Nusa Dua, Senin (26/10/2009). Pertemuan ini dihadiri 430 pakar perubahan iklim dari 140 negara.
Nilai itu didapatkan dari sebanyak 30 sertifikat pengurangan emisi atau CER (Certified Emission Reduction) yang sudah disetujui Badan Eksekutif CDM (Clean Development Mechanism) di bawah Badan PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCC/ United Nation Framework on Climate Change).
"Satu sertifikat setara dengan satu ton gas karbon dan berharga sekitar 10 ribu Euro," kata Rachmat.
Rachmat menambahkan Indonesia telah mengajukan sekitar 127 proposal kepada Badan Eksekutif CDM dengan potensi nilai penjualan sebesar 10 juta Euro. Ia berharap, CDM menyetujui proposal sehingga mendapatkan CER.
Namun, Rachmat berharap CER tersebut tidak langsung dijual, terutama kepada negara maju penghasil emisi terbesar. Pasalnya, pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) ke-15 di Copenhagen, Denmark pada Desember 2009 akan kembali dibahas tentang mekanisme perdagangan karbon sehingga harga karbon akan melonjak naik.
Sementara itu, Indonesia menargetkan pengurangan emisi hingga 26% pada 2020 dari kondisi yang ada saat ini. Indonesia juga berambisi akan beralih dari negara penyumbang emisi menjadi negara pengelola karbon pada 2030.
Target itu bakal dicapai karena Indonesia memiliki hutan sebagai paru-paru dunia dengan kapasitas penyerapan karbon yang besar.
(gds/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- RI Berpotensi Jadi Salah Satu Emerging Market Terbesar
- Indonesia Tuan Rumah Pertemuan UNESCAP 2010
- Kerjasama Indonesia-Taiwan Terganjal Kebijakan Satu China
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



