Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Senin, 14/12/2009 15:58 WIB
Cadbury Tolak Tawaran Murah Kraft
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
"Kraft berusaha membeli Cadbury pada harga yang murah untuk memberikan banyak kebutuhan pertumbuhan pada model bisnis konglomerasi dengan pertumbuhan rendahnya yang tidak menarik," ujar chairman Cadbury, Roger Carr seperti dikutip dari AFP, Senin (14/12/2009).
Manajemen Cadbury menegaskan, pihaknya telah memberikan nilai yang maksimal kepada para pemegang sahamnya dengan menjadi perusahaan yang independen dan menekankan telah menaikkan target finansial jangka panjangnya.
"Jangan biarkan Kraft mencuri perusahaan anda dengan tawarannya yang menggelikan," ketusnya lagi.
Cadbury selanjutnya memperkirakan pertumbuhan organik antara 5-7 persen per tahun, dengan marjin laba sekitar 16-18 persen pada 2013. Pertumbuhan dividen per saham diharapkan meningkat 2 kali lipat mulai 2010.
Kraft telah berkali-kali ditolak oleh manajemen Cadbury. Kraft terakhir menawar Cadbury senilai US$ 16,1 miliar atau sekitar 9,9 miliar pounds dalam bentuk tunai dan saham. Angka ini lebih rendah dari tawaran awal sebesar 10,2 miliar pounds.
Kraft saat ini merupakan perusahaan makanan ringan terbesar kedua di dunia setelah Nestle. Sementara Cadbury adalah perusahaan confectionary atau gula-gula terbesar kedua setelah Mars.
(qom/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Mendag: Cadbury Hengkang Karena Kalah Bersaing
- Menperin: Jangan Lihat Relokasi Seperti Mau Kiamat
- Cadbury Hengkang dari Indonesia
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



