Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 14:23 WIB
Menhut: Kasus Nestle dan Unilever Konsekuensi Global -
Jumat, 19/03/2010 14:04 WIB
Pemerintah Incar Pertumbuhan Ekonomi 6,3% di 2011 -
Jumat, 19/03/2010 13:59 WIB
Menteri ESDM Kritik Pelanggan Listrik Kaya yang Manja -
Jumat, 19/03/2010 13:42 WIB
Dephub Upayakan Pesawat Latih Bisa Bebas Pajak -
Jumat, 19/03/2010 13:13 WIB
Boediono: Dana Ditambah Sampai Kemiskinan Sirna -
Jumat, 19/03/2010 12:38 WIB
Sri Mulyani: Inflasi Maret Bisa Sangat Rendah
Indeks Berita
Selasa, 15/12/2009 17:35 WIB
Kaltim Ambil Alih 3 Blok Migas Total Indonesie di 2017
Robert - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Pemprov Kaltim, Zairin Zain ketika berbincang dengan detikFinance di kantornya Jalan Gadjah Mada, Samarinda, Selasa (15/12/2009).
''Pemprov sudah melaporkan itu ke pemerintah, dalam hal ini Departemen ESDM,'' kata Zairin.
Tiga blok migas milik Total itu adalah Blok Rapak, Blok Ganal, serta Blok Bakau yang berada dalam satu kesatuan Blok Mahakam.
Penggunaan PP No.35/2004 tentang Plan Of Development menjadi acuan sekaligus payung hukum bagi Pemprov Kaltim. Dalam peraturan tersebut tercantum wilayah kerja kontraktor di bidang migas wajib menawarkan 10 persen asetnya untuk dikelola BUMD.
''Kontrak Total di Blok Mahakam berakhir tahun 2017. Itu juga menjadi dasar keinginan untuk mengambilalihnya,'' ujar Zairin.
Total Indonesie E&P beroperasi di Kaltim dalam 50 tahun terakhir. Di Blok Mahakam telah terjadi 2 kali perpanjangan kontrak yaitu periode 1967-1997 serta 1997-2017 mendatang.
''Mulai saat ini juga kita tengah persiapkan SDM-nya,'' imbuh Zairin.
Potensi aset Blok Mahakam dinilai cukup menggiurkan. Dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim tahun 2008 lalu mencapai sebesar Rp 15 Triliun, 70 persen di antaranya disumbang dari sektor migas.
''Sektor migas memang sangat potensial untuk dikelola Pemprov Kaltim,'' terang Zairin.
Dijelaskannya pula, proses penjajakan dengan Total Indonesie E&P, juga telah dilakukan untuk menunjukkan keseriusan minat pengambilalihan blok tersebut. ''Mereka (Total Indonesie) menyambut baik rencana ini,'' pungkas Total.
(dnl/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Lapangan North Belut Mulai Mengalirkan Gas
- 14 Kontrak Kerjasama Migas dan CBM Diteken
- Perusahaan Patungan BP dan ENI Kembangkan CBM di Kaltim
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




