Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Selasa, 15/12/2009 18:59 WIB
Garap Blok Masela, Energi Mega Investasi US$ 900 juta
Whery Enggo Prayogi - detikFinance
(Ilustrasi Foto: dok detikFinance)
Menurut Direktur Utama ENRG Iman P. Agustino, dengan telah ditandatanganinya penjanjian akuisisi 10% working interest di blok Masela PSC milik INPEX Masela Ltd, maka ENRG harus menyediakan investasi masing-masing US$ 300 juta untuk sektor upstream dan US$ 600 juta guna floating LNG.
"Jika blok Masela 100 % workspace maka belanja modal yang harus dianggarkan US$ 3-3,5 miliar untuk produksi upstream. Dan untuk floating LNG sekitar US$ 6 miliar. Karena kita memiliki porsi 10%, maka kita hanya siapkan US$ 900 juta, dari total kebutuhan yaitu sebesar US$ 9 miliar," ujar Iman dalam paparan publik perseroan di hotel Dharmawangsa Jalan Brawijaya Jakarta (15/12/2009).
VP Capital Market ENRG Herwin W. Hidayat menjelaskan bahwa perseroan tetap akan fokus pada pembiayaan blok Masela di sektor upstream, sebesar US$ 300 juta. Untuk floating LNG, karena cara pembiayaan yang berbeda, maka sektor ini tidak dijadikan fokus utama.
Lanjutnya, cara pembiayaan floating LNG hampir sama dengan blok-blok lain yang ada di Indonesia, seperti Bontan dan lainnya. Untuk belanja modal blok Masela PSC, akan terus dianggarkan sampai 2016, seiring dimulainya produksi.
Iman kembali menegaskan, ENRG masih berkemungkinan untuk menambah porsi kepemilikan di blok Masela PSC, yang saat ini baru 10%. "Kemungkinan itu bisa saja, selama menguntungkan bagi stakeholder perseroan," papar Iman.
Untuk akuisisi blok migas di luar kepemilikan INPEX Masela Ltd., jika ada penawaran yang menarik, perseroan tetap akan mengkajinya. Namun, dirinya lebih menyukai blok-blok tersebut berada di sekitar blok lama ENRG yang sudah beroperasi, seperti di Jawa, Kalimantan, Sulawasi dan Sumatera.
"Kita pasti akan tertarik, terlebih blok itu dekat operasi milik perseroan di Sumatera. Namun kita review dulu. Untuk blok milik Medco, kalau bisa. Tapi nanti kita lihat lagi," imbuhnya.
Dengan penambahan blok Masela PSC, maka diprediksi cadangan 2P net WI perseroan akan meningkat 2,5 kali dari 224 milion barel of equivalen (mmboe) menjadi 565 mmboe. Produksi harian bersihpun akan naik 3,8 kali menjadi 74 mboepd dengan bertambahnya produksi dari Masela di tahun 2016. Sampai semester I tahun ini, produksi harian ENRG terpantau baru 19 mboepd.
(wep/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Energi Mega Anggarkan Belanja Modal US$ 196 Juta
- Pendapatan ENRG Anjlok 23 Persen di Triwulan-III 2009
- Patok Rights Issue Rp 185, Saham Energi Mega Anjlok 10%
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




