Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Selasa, 15/12/2009 19:05 WIB
Dubai Investasi US$ 5 Miliar Bangun Jalur KA dan Fasilitas Industri di Kaltim
Wahyu Daniel - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Kerjasama ini diumumkan dalam pertemuan antara Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Putra Mahkota dan Wakil Penguasa Ras Al Khaimah HH Sheikh Saud Bin Saqr Al Qasimi, saat kunjungan Presiden SBY ke Dubai.
"Kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan," kata Presiden Yudhoyono seperti dikutip dari siaran pers yang diterbitkan MEC Holdings, Selasa (15/12/2009).
MEC Coal dan MEC Infra, perusahaan patungan antara Otoritas Investasi Ras Al Khaimah dan MEC Holdings telah mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api sepanjang 130 km untuk memfasilitasi transportasi bahan mentah dan produk jadi dari dan ke Kabupaten Kutai Timur di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.
Menurut Presiden Yudhoyono, kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kalimantan Timur. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan.
Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batubara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai US$5 miliar.
"Jenis inisiatif proyek publik-swasta, Timur Tengah dan Indonesia ini adalah contoh luar biasa atas apa yang dapat dicapai saat seluruh aspek fundamental yang ada dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat. Proyek ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat Kalimantan Timur, sementara pada saat yang sama dapat melayani kebutuhan energi kawasan negara-negara sekitar, khususnya India dan China," tutur HH Sheikh Saud.
MEC Infra akan menginvestasikan US$1 miliar untuk membangun koridor jalur kereta api sepanjang 130 kilometer yang menghubungkan lokasi pertambangan di Muara Wahau ke wilayah perairan laut Bengalon.
Terlepas dari persepsi tertentu tentang Indonesia, MEC Infra dapat membeli dan melakukan pembebasan lahan untuk keseluruhan koridor jalur kereta api sepanjang 130 km tersebut dalam beberapa bulan.
Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas komplek industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batubara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batubara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai US$5 miliar.
(dnl/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (11 Komentar)
Baca juga :
- Bertemu SBY, Putra Mahkota UEA Siap Investasi US$ 5 Miliar
- Sri Mulyani: Investasi Tumbuh 5-8% di 2010
- Realisasi Investasi Hanya 20-30% dari Aplikasi
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




