Berita Lain

Indeks Berita



Rabu, 16/12/2009 18:19 WIB
Produksi Migas Pertamina Naik 20 Ribu Bph
Whery Enggo Prayogi - detikFinance


(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Pertamina (Persero) hingga saat ini telah mencatat kenaikan total produksi minyak dan gas sebesar 12-14% atau sekitar 20 ribu barrel per hari (bph) menjadi 186 ribu bph dibandingkan tahun sebelumnya.

Demikian disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina  Omar S. Anwar dalam perbincangan singkat dengan detikfinance di kantornya, Jalan Merdeka Timur Jakarta, Rabu (16/12/2009).
 
Ia menambahkan, saat ini total produksi perseroan mencapai 186 ribu bph, atau terjadi peningkatan pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sekitar 166 ribu bph. Sedangkan pertumbuhan produksi pada periode 2006-2009, untuk minyak dan gas masing-masing 14% dan 8%.

"Year on year pertumbuhan produksi kami secara keseluruhan 12-14%," kata Omar.

Sebelumnya, Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina EP, optimis dapat melampaui target rata-rata produksi minyak 2009 sebesar 125 ribu bph. Produksi rata-rata PT Pertamina EP, mulai awal Januari hingga akhir November 2009 mencapai 126.686 bhp atau 1.186 barel per hari lebih tinggi dari target.

Berdasarkan catatan perseroan, produksi minyak Pertamina EP pada Januari 2009 masih pada kisaran 118 ribu bph dan terus mengalami peningkatan secara bertahap. Pada Mei 2009 bahkan telah mencapai 124.464 bph. Pada Agustus 2009 kembali meningkat menjadi 132.370 bph dan rata-rata produksi November 2009 telah menembus 133.881 bph.

Sampai saat ini, blok-SK 305, yang baru dimiliki Pertamina (Persero), dilaporkan mampu memproduksi minyak bumi sebesar 305 barel per hari.  Padahal sebelumnya, perseroan mentargetkan produksi blok yang ada di Serawak, Malaisya ini dapat memproduksi 6 ribu bph.

"Untuk blok SK-305 saat ini memproduksi 305 bph. Blok ini merupakan hasil kerja sama dengan Petro Vietnam dan Petronas Carigali selama 6 tahun," ujar Omar.

Blok SK-305 diperkirakan memiliki cadangan 541 juta barel minyak dan 1,91 miliar kaki kubik. Di lapangan tersebut, anak usaha Pertamina, Pertamina Hulu Energy (PHE), memiliki saham 30%.

"Kami juga memiliki beberapa blok lain di luar Malaisya, seperti di Africa, Libya, Sudan dan Riyad," imbuhnya.

(wep/dro)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).