Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Rabu, 16/12/2009 18:21 WIB
Pemerintah Persingkat Birokrasi Perizinan Usaha Jadi 17 Hari
Gunawan Mashar - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Lima orang menteri itu antara lain Menteri Hukum dan Ham Patrialis Akbar, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, serta dua orang perwakilan dari Menteri Perdagangan dan BKPM.
"Saya bahagia sekali hari ini. Ini suatu terobosan proses perizinan," ujar Wapres Boediono ketika memberi sambutan usai penandatanganan peraturan bersama menteri.
Boediono mengatakan dengan ditandatanganinya peraturan bersama ini, maka akan memudahkan para investor asing untuk berinvestasi di dalam negeri. Dalam peraturan ini, izin investasi yang biasanya membutuhkan waktu 40 hari dalam pengurusan, kini hanya 17 hari.
Waktu 17 hari ini menurut Boediono, membuat Indonesia lebih unaggul dari Thailand yang membutuhkan waktu 30 hari bagi perizinan investasi. "Indonesia masih kalah dari Singapura yang hanya 3 hari, dan Malaysia 11 hari," ucap Boediono.
Kendati demikian, menurut Boediono, ini menjadi momentum penting, agar Indonesia menjadi sasaran untuk berinvestasi.
Lebih lanjut Boediono menjelaskan pada waktu yang akan datang, sistem perizinan akan disatukan dengan memakai metode elektronik agar lebih cepat.
(gun/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Dubai Investasi US$ 5 Miliar Bangun Jalur KA dan Fasilitas Industri di Kaltim
- Yogya dan Bandung Terbaik untuk Berbisnis
- Bertemu SBY, Putra Mahkota UEA Siap Investasi US$ 5 Miliar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



