Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Kamis, 17/12/2009 19:11 WIB
Pemerintah Jangan Jaim Tunda FTA ASEAN-China
Suhendra - detikFinance

Bendera Negara ASEAN (Foto: Reuters)
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi dalam acara konferensi pers di kantornya, Kamis (17/12/2009).
"Kalau hanya mementingkan prestisius, nama baik dan lain-lain. Saya pikir nggak perlu dia malu. Jangan mengorbankan ratusan ribu menganggur hanya karena prestise itu nggak betul," katanya.
Ia menjelaskan, dalam perdagangan bebas ASEAN-China, China adalah satu-satunya negara yang harus menjadi momok terbesar. Mengingat negara tirai bambu itu selama krisis global telah kelebihan suplai barang yang siap menyerbu ke pasar lokal pada saat FTA.
"Jadi dia over produksi, akan masuk ke kita besar-besar di tahun depan," katanya.
Ia mengatakan, industri dalam negeri menghadapi FTA ASEAN saat ini sudah seperti mengibarkan bendera putih. Ada kemungkinan banyak pelaku industri yang bakal beralih menjadi pedagang.
"Dalam FTA itu ada klausul, pasal 23 untuk menunda. Pakailah pasal itu, jangan kita merasa hebat terus," terangnya.
Ia juga tidak habis pikir dengan upaya pemerintah yang terkesan bersilat lidah dengan menyatakan produk-produk yang masuk ke Indonesia dalam perdagangan bebas adalah produk mentah.
"Nggak betul kalau kita diuntungkan dengan ada FTA masuknya bahan baku. Jangan pemerintah hanya silat lidah, yang masuk itu finish goods. Kalau kita pakai klausul itu saja 3-4 tahun kita siap, untuk melaksananakan dan bisa bersaing," katanya.
(hen/ang)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga :
- Pengusaha Minta BPOM Siaga Satu Hadapi FTA ASEAN-China
- Investasi Posco-Krakatau Terganjal FTA ASEAN-China
- Aturan FTA Disiapkan, 8.000 Komoditas Bebas Bea Masuk
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



