Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Kamis, 17/12/2009 19:40 WIB
FTA ASEAN-China Berlaku, Pengusaha Milih Wait and See
Suhendra - detikFinance
.jpg)
Foto: dok.detikFinance
"Saya katakan sekarang di bidang manfacturing tidak banyak yang investasi di tahun depan. Lebih ingin melihat dulu dampak FTA, kita juga nggak ada listrik juga, maka kita tunggu sajalah," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi di kantornya, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Dikatakannya pada awal tahun 2010 saat FTA mulai berlaku, pertumbuhan investasi lebih akan ditopang oleh sektor pertambangan, perkebunan, properti, industri jasa termasuk sektor ritel seperti berkembangnya mal-mal. "Berkembangnya mal-mal karena kalau tidak jual barang kita, mereka jual barang China," katanya.
Mengenai pertumbuhan ekonomi tahun depan, ia optimis target pemerintah sebesar 5-5,5% bakal bisa tercapai bahkan angka 6% pun sangat mungkin. Sementara untuk pertumbuhan industri ia pesimis akan naik, karena untuk mempertahankan pertumbuhan di level 1,85% saja sudah terbilang sulit seperti tahun ini.
"Pertumbuhan 5-6% itu bisa asalkan kita selesaikan infrastruktur kita, kita lihat 4-5 bulan lagi baru akan clear ," katanya.
Ia juga mengatakan dari hasil pertemuannya dengan pihak PT PLN kemarin, terungkap PLN hanya menyanggupi pemenuhan tambahan listrik untuk industri hanya bisa dilakukan pada pertengahan tahun 2010.
Dengan kata lain, bagi industri yang akan melakukan ekspansi dan memerlukan listrik tambahan akan sulit mendapatkan pasokan sampai pertengahan tahun 2010.
"Kemarin PLN datang kemari, mereka menjamin listrik tidak akan mati-mati lagi. Tapi tidak ada tambahan-tambahan listrik baru, mungkin pertengahan tahun baru bisa," jelasnya.
(hen/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Pemerintah Jangan Jaim Tunda FTA ASEAN-China
- RI Bermodal Tangan Kosong Hadapi China di FTA ASEAN
- Pengusaha Minta BPOM Siaga Satu Hadapi FTA ASEAN-China
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



