Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan -
Jumat, 19/03/2010 14:45 WIB
Menhut Ajukan Rp 3 Triliun di APBN-P 2010 Untuk Rehabilitasi Hutan -
Jumat, 19/03/2010 14:23 WIB
Menhut: Kasus Nestle dan Unilever Konsekuensi Global -
Jumat, 19/03/2010 14:04 WIB
Pemerintah Incar Pertumbuhan Ekonomi 6,3% di 2011 -
Jumat, 19/03/2010 13:59 WIB
Menteri ESDM Kritik Pelanggan Listrik Kaya yang Manja
Indeks Berita
Selasa, 29/12/2009 10:40 WIB
Hindari Konflik Kepentingan, Sri Mulyani Larang Dirjennya Main Golf
Ramdhania El Hida - detikFinance

Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam sambutan pada MoU bank operasional dan bank persepsi di kantornya, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Sri Mulyani menegaskan dalam departemen keuangan terdapat larangan melakukan hubungan kepada pihak-pihak yang berpotensi konflik kepentingan.
"Makanya saya bilang kepada dirjen-dirjen saya, jangan main golf dengan orang-orang berpotensi konflik kepentingan, bukan saya curiga sama golf, tapi ya kalau mau main golf sebaiknya sama koleganya saja. Misal dirjen pajak main sama dirjen pembendaharaan jadi penerimaan pajak bisa dilaporkan dan bisa langsung dicatat," urainya.
Menurut Sri Mulyani, dengan seringnya kontak langsung atau keterkaitan orang-orang dalam pemerintah dengan objek kerjanya maka akan berpotensi memberikan kecurigaan masyarakat.
"Jadi sebelum dicurigai sebaiknya tidak dilakukan karena mencegah lebih baik dibandingkan repot-repot menjelaskan," jelasnya.
Dengan peraturan ini, Sri Mulyani mengharapkan jajaran Departemen Keuangan bisa melakukan tugas sebaik-baiknya sebagai bendahara negara.
"Satu sen pun kalau dia hak negara maka harus masuk dalam kas negara,karena itu amanah," ujarnya.
(nia/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (10 Komentar)
Baca juga :
- Pakai Pita 'M', Karyawan Depkeu Yakin Sri Mulyani Tak Bersalah
- Karyawan Depkeu Galang Solidaritas Sri Mulyani dengan 'M'
- Isu Sri Mulyani Mundur Sempat Menyebar di Bursa
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




