Berita Lain

Indeks Berita



Rabu, 20/01/2010 17:51 WIB
BI Curigai Sindikat Internasional Jadi Dalang Pembobolan ATM
Herdaru Purnomo - detikFinance


Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pembobolan ATM beberapa bank yang terjadi baru-baru ini ditengarai dilakukan oleh sebuah sindikat pembobol ATM internasional, karena modus pemanfaatan data ATM seperti ini biasa dilakukan di luar negeri.

Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Rochadi dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (20/1/2010).

"Ini dilakukan dari kecurigaan sindikat internasional karena pemanfaatan data ini dilakukan di luar negeri," ujarnya.

Budi mengatakan, laporan mengenai adanya pembobolan ATM ini awalnya terjadi pada 16 Januari 2010. Menanggapi adanya laporan ini, BI meminta bank bersangkutan untuk segera melakukan tindakan pengamanan.

"Bank harus lebih melakukan pengamanan secara ketat agar datanya tidak dicuri. karena pencurinya melakukan data card dengan alat skimming . Pin diintip, dan penjahat pasang kamera juga," jelasnya.

Dikatakan Budi, jumlah ATM yang datanya dicurigai telah dicuri hanya sebanyak 13 ATM. "Perlu dilakukan pengamanan sehingga menyulitkan orang mencuri data, dan melakukan pengintipan," tutupnya.

BI sampai saat ini telah menerima laporan pembobolan rekening nasabah lewat ATM pada 6 bank, yaitu BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Permata, dan BII.
(dnl/dnl)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (3 Komentar)

Baca juga :



Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).