Berita Lain

Indeks Berita



Selasa, 09/02/2010 10:29 WIB
BUMN Perkebunan Dilarang Merugi di 2010
Angga Aliya ZRF - detikFinance


(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) optimistis di tahun 2010 tidak ada lagi BUMN perkebunan yang merugi. Hingga tahun 2009, masih ada 1 perusahaan plat merah industri perkebunan yang merugi, yaitu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV.

"Jumlah BUMN perkebunan yang merugi sudah turun, di 2009 tinggal PTPN XIV saja," kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Agro Industri Agus Pakpahan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).

Ia mengatakan, pada tahun 2005 lalu, masih ada 3 BUMN perkebunan yang merugi, yaitu PTPN I, II, dan XIV. PTPN I dan II tidak lagi membukukan rugi di tahun 2007.

"Kita targetkan tahun 2010 ini tidak ada lagi BUMN perkebunan yang merugi," katanya.

Untuk mengejar target tersebut, pihak Kementerian BUMN akan melakukan berbagai kebijakan tahun ini. Salah satunya dengan melakukan sinergi antara sesama BUMN perkebunan juga meningkatkan efisiensi dan produktifitas.

"Misalnya PTPN I dibantu oleh PTPN III dan IV dalam mengembangkan karet dan sawit. Dengan bantuan itu PTPN I bisa meningkatkan leverage dan ambil kredit. Selesai persoalan," ujarnya.

Selain itu, menurut Agus, sinergi juga dilakukan oleh PTPN XIV dan X bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dalam revitalisasi pabrik gula. Agus menambahkan, selain sinergi, BUMN perkebunan juga akan dilakukan optimalisasi aset.

"Kita tahu aset BUMN perkebunan itu cukup besar. Sayang sekali kalau tidak dioptimalkan," ungkapnya..

Dalam rangka penyehatan keuangan, Kementerian BUMN akan melakukan restukturisasi manajemen dan organisasi di tubuh BUMN perkebunan, juga mempercepat restrukturisasi hutang RDI/SLA dan alokasi PMN dalam upaya meringankan beban perusahaan.


(ang/dro)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).