Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Selasa, 09/02/2010 10:29 WIB
BUMN Perkebunan Dilarang Merugi di 2010
Angga Aliya ZRF - detikFinance

(foto: dok detikFinance)
"Jumlah BUMN perkebunan yang merugi sudah turun, di 2009 tinggal PTPN XIV saja," kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Agro Industri Agus Pakpahan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Ia mengatakan, pada tahun 2005 lalu, masih ada 3 BUMN perkebunan yang merugi, yaitu PTPN I, II, dan XIV. PTPN I dan II tidak lagi membukukan rugi di tahun 2007.
"Kita targetkan tahun 2010 ini tidak ada lagi BUMN perkebunan yang merugi," katanya.
Untuk mengejar target tersebut, pihak Kementerian BUMN akan melakukan berbagai kebijakan tahun ini. Salah satunya dengan melakukan sinergi antara sesama BUMN perkebunan juga meningkatkan efisiensi dan produktifitas.
"Misalnya PTPN I dibantu oleh PTPN III dan IV dalam mengembangkan karet dan sawit. Dengan bantuan itu PTPN I bisa meningkatkan leverage dan ambil kredit. Selesai persoalan," ujarnya.
Selain itu, menurut Agus, sinergi juga dilakukan oleh PTPN XIV dan X bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dalam revitalisasi pabrik gula. Agus menambahkan, selain sinergi, BUMN perkebunan juga akan dilakukan optimalisasi aset.
"Kita tahu aset BUMN perkebunan itu cukup besar. Sayang sekali kalau tidak dioptimalkan," ungkapnya..
Dalam rangka penyehatan keuangan, Kementerian BUMN akan melakukan restukturisasi manajemen dan organisasi di tubuh BUMN perkebunan, juga mempercepat restrukturisasi hutang RDI/SLA dan alokasi PMN dalam upaya meringankan beban perusahaan.
(ang/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Laba BUMN PISET Tembus Rp 42,67 Triliun di 2009
- Pemerintah Masih Ngutang Rp 1,4 Triliun ke PT KA
- Pengumuman Penunggak Pajak Tingkatkan Risiko Investasi BUMN
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




