Berita Lain
-
Jumat, 03/09/2010 14:15 WIB
RI Tetap Tukar Panser Pindad dengan Mobil Proton -
Jumat, 03/09/2010 14:04 WIB
RI-China Sama-sama Ngaku Tekor Dagang -
Jumat, 03/09/2010 13:34 WIB
Rp 80 Triliun Anggaran untuk UMKM Tercecer -
Jumat, 03/09/2010 12:50 WIB
Izin Impor Gula Putih Keluar Sebelum Lebaran -
Jumat, 03/09/2010 12:46 WIB
RI-India Sepakat Genjot Perdagangan US$ 15 Miliar -
Jumat, 03/09/2010 12:15 WIB
47,16 Juta Unit UMKM Belum Berbadan Hukum
Indeks Berita
Senin, 08/03/2010 18:08 WIB
Sri Mulyani Berharap DPR Tak Boikot Pembahasan APBN-P 2010
Ramdhania El Hida - detikFinance

"APBN untuk kepentingan ekonomi dan masyarakat, kita berharap tidak ada masalah politik karena ini kepentingan yang fundamental," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (8/3/2010).
Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo merekomendasikan kepada DPR untuk tidak mengundang nama pejabat yang terkait kasus Century dalam setiap forum yang dilaksanakan DPR.
"Fraksi PDIP akan minta kepada pimpinan DPR agar nama yang direkomendasikan dalam keputusan terkait skandal Century, untuk tidak diundang dalam berbagai forum yang diadakan DPR," katanya.
Tjahjo mencontohkan, misalnya Menteri Keuangan Sri Mulyani diundang sebagai mitra kerja oleh DPR, maka ia tidak boleh datang untuk memenuhi undngan tersebut.
Ketidakhadiran Sri Mulyani menurut Tjahjo bisa diwakili oleh Sekjen dari Kementerian Keuangan. Dan itu tidak hanya berlaku bagi Sri Mulyani saja, tapi berlaku bagi seluruh nama yang tersebut untuk bertanggung jawab terhadap bailout Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun ini. (dnl/qom)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (21 Komentar)
Baca juga :
- APBN-P 2010 Bisa Tahan Harga Minyak Sampai US$ 80 Per Barel
- Cadangan Risiko Fiskal APBN-P 2010 Turun Jadi Rp 3 Triliun
- SBY Targetkan APBN 2014 Capai Rp 2.000 Triliun
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).










---125x125.gif)
