Berita Lain
-
Jumat, 03/09/2010 14:37 WIB
Berbau Korupsi, Proyek Solar Home System Harus Dibatalkan -
Jumat, 03/09/2010 14:15 WIB
RI Tetap Tukar Panser Pindad dengan Mobil Proton -
Jumat, 03/09/2010 14:04 WIB
RI-China Sama-sama Ngaku Tekor Dagang -
Jumat, 03/09/2010 13:34 WIB
Rp 80 Triliun Anggaran untuk UMKM Tercecer -
Jumat, 03/09/2010 12:50 WIB
Izin Impor Gula Putih Keluar Sebelum Lebaran -
Jumat, 03/09/2010 12:46 WIB
RI-India Sepakat Genjot Perdagangan US$ 15 Miliar
Indeks Berita
Rabu, 10/03/2010 19:08 WIB
Prediksi
Impor Italia dari RI Meningkat 4,8%-5,2%
Eddi Santosa - detikFinance

Produk-produk impor Italia dari Indonesia, di antaranya mencakup barang makanan dan minuman, furnitur, perkakas elektronik rumahtangga, bahan kimia, sepeda motor dan kendaraan bermotor, elektronika, produk metal, alat kesehatan menengah, dankebutuhan konsumsi lainnya.
Hal itu disampaikan Lembaga Perdagangan Luar Negeri Italia dan Masyarakat Bisnis Italia dalam laporan awal tahun (24/2/2010) mengenai evaluasi perdagangan Italia per sektor tahun 2009 dan prediksi perdagangan Italia untuk tahun 2010 dan 2011.
Menurut Konselor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada detikfinance siang ini, Rabu (10/3/2010) waktu setempat, perdagangan kedua negara tahun 2009 masih mencatatkan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 1.179.446.000.00, meskipun secara agregat turun 28,5% dari total perdagangan pada bulan September 2008 yang berjumlah US$ 2.702.049.000.00.
Total nilai perdagangan RI – Italia sampai dengan September 2009 adalah sebesar US$ 2.102.641.000.00. Produk ekspor non-migas Indonesia ke Italia yang mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2009 mencakup perkakas elektronik, metal dan produk metal. Selain itu juga tekstil dan produk tekstil, kakao, perhiasan, alas kaki serta produk kimia.
Pada tahun 2009 Indonesia juga tercatat sebagai pemasok batubara terbesar ke Italia, yaitu sekitar 34% dari total impornya.
Tahun 2009 merupakan tahun paling buruk bagi perekonomian Italia sejak tahun 2000. Krisis keuangan global telah menyebabkan perekonomian negara ini terkontraksi sekitar 5%, serta secara tajam menurunkan pula pasokan dan permintaan akan barang dan jasa.
Secara umum, ekspor Italia pada tahun 2009 menurun sebesar 18 % dibandingkan tahun 2008. Impor Italia dari Indonesia tahun 2009 menurun sebesar 16 % dibanding tahun sebelumnya. Penurunan impor Italia yang tertinggi dari Asia pada tahun 2009 adalah dari Taiwan, yaitu -24,4 %, disusul Malaysia, -21,2 %, Singapura dan Thailand, masing-masing sebesar -19,3 %.
Italia telah kehilangan market shares dari 4,7 % pada tahun 2008 menjadi 4,5 % pada tahun 2009. Kondisi tersebut lebih buruk dibandingkan dengan Perancis dan Jerman yang hanya kehilangan market shares sebesar 0,5 %. Untuk menyelamatkan perekonomian, pemerintah Italia telah memberikan dukungan dan insentif kepada perusahaan-perusahaan Italia untuk dapat membantu mereka keluar dari terjangan krisis keuangan global.
Ekspor Italia pada tahun 2010 diprediksi masih akan mengalami pertumbuhan yang lamban. Pada tahun 2011 – 2012 ekspor Italia diprediksi akan meningkat sebesar 3 % per tahun. Walaupun tren menunjukkan pertumbuhan positif, namun masih lebih rendah dibandingkan peningkatan pertumbuhan ekspor dunia yang diperkirakan 6 % per tahun.
Sekalipun memiliki cukup potensi, namun perusahaan-perusahaan Italia diprediksikan tidak dapat mencapai pertumbuhan lebih tinggi karena mereka masih memusatkan perhatiannya pada sektor-sektor tradisional, khususnya made in Italy products.
Untuk tahun 2010 prediksi peningkatan perdagangan tertinggi dengan negara-negara di Asia adalah China, akan meningkat sebesar 15%, India 9,9%, Korea Selatan 8,6%, Malaysia 7,3%, Singapura 6% dan Thailand sebesar 5,6%.
(es/es)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Konferensi Guadalajara
Bioteknologi Harus Pro Pertanian Skala Kecil dan Kesejahteraan Petaninya - Konferensi Guadalajara
Kelaparan Terus Hantui Dunia, Bioteknologi Jadi Harapan - FAO
Waspada, Harga Beras Dunia Merangkak Naik
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).










---125x125.gif)
