Berita Lain
-
Jumat, 03/09/2010 14:37 WIB
Berbau Korupsi, Proyek Solar Home System Harus Dibatalkan -
Jumat, 03/09/2010 14:15 WIB
RI Tetap Tukar Panser Pindad dengan Mobil Proton -
Jumat, 03/09/2010 14:04 WIB
RI-China Sama-sama Ngaku Tekor Dagang -
Jumat, 03/09/2010 13:34 WIB
Rp 80 Triliun Anggaran untuk UMKM Tercecer -
Jumat, 03/09/2010 12:50 WIB
Izin Impor Gula Putih Keluar Sebelum Lebaran -
Jumat, 03/09/2010 12:46 WIB
RI-India Sepakat Genjot Perdagangan US$ 15 Miliar
Indeks Berita
Jumat, 12/03/2010 11:49 WIB
RI Juga Kalah Dari China di Sektor Perikanan
Irwan Nugroho - detikFinance
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, jumlah produksi komoditi perikanan Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan China.
"Sekarang berpikir bagaimana di saat yang seperti ini kita lebih banyak menjual ke luar (negeri). Dan bagi saya sekarang membenahi ke dalam untuk menjual dengan harga yang kompetitif. China itu luar biasa, kita sekarang perbandingannya 1:5 sama China untuk komoditi perikanan," tuturnya di acara Agrinex International Expo, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Dan yang lebih mencengangkan lagi, penyebab sektor perikanan kita sulit maju adalah karena Indonesia ternyata masih mengimpor pakan ikan.
"Pakan itu adalah komponen paling mahal. Pakan ikan ini membebani, untuk itu saya berusaha membuat di dalam negeri. Kita bikinnya itu dengan kelapa sawit yang kita jadikan serangga, namanya serangga bunga atau magot. Kita kasih nama magot," imbuhnya.
Fadel mengatakan, untuk ke depan dirinya akan membenahi semua komoditas perikanan Indonesia, sehingga mempunyai harga yang kompetitif untuk diekspor ke luar. Selama ini, menurut Fadel, harga ekspor perikanan Indonesia belum kompetitif karena tarif bea masuk yang diterapkan oleh negara-negara tujuan ekspor cukup tinggi.
(dnl/qom)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga :
- Fadel Yakin RI Jadi Produsen Ikan Terbesar Dunia Pada 2015
- RI-Rusia Teken Aransemen Perikanan
- JK Minta Nelayan Profesional
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).










---125x125.gif)
