Berita Lain
-
Senin, 06/09/2010 07:34 WIB
Analisa Sepekan
Jelang Idul Fitri, IHSG Dibayangi Profit Taking -
Minggu, 05/09/2010 13:32 WIB
Holcim Operasikan Pabrik Baru US$ 450 Juta di 2013 -
Minggu, 05/09/2010 11:07 WIB
Holcim Gelar Mudik Bersama 5.000 Ahli Bangunan -
Sabtu, 04/09/2010 17:31 WIB
Saham Perusahaan RI Terus Diborong Asing -
Sabtu, 04/09/2010 11:12 WIB
Wall Street Tutup Akhir Pekan dengan Manis -
Sabtu, 04/09/2010 10:45 WIB
BI: Sampai Agustus Rupiah Menguat 13,4%
Indeks Berita
Kamis, 18/03/2010 15:37 WIB
Waspadai Arus Penarikan Modal Asing di Triwulan III-2010
Whery Enggo Prayogi - detikFinance

(foto: dok detikFinance)
Demikian ditegaskan Country Business Manager Citi Indonesia Tigor Siahaan dalam acara 10th Annual Citi Indonesia Economic and Political. Outlook 2010 di Hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Kamis (18/3/2010).
"Waspadai reverse carry trade, dari carry trade yang masuk ke Indonesia. Dengan suku bunga Amerika yang akan membaik, pasti investor lebih memilih placing ke tempat yang lebih aman," papar Tigor.
Menurutnya, Indonesia saat ini masih menjadi incaran pihak asing dalam berinvestasi. Apalagi didukung dengan adanya kenaikan peringkat Indonesia oleh S&P beberapa waktu lalu.
Peningkatan peringkat tersebut membuat investor-investor skala global melakukan penempatan investasi ke pasar modal Indonesia. Dengan bunga yang lebih tinggi, ujar Tigor, tentu lumrah jika investor berbondong-bondong memarkirkan uang mereka di dalam negeri.
"Itu yang dinamakan carry trade, yaitu menjamin mata uang asing yang bunga rendah dan placing di bunga yang lebih tinggi seperti disini," paparnya.
Langkah ini yang perlu diwaspadai karena hanya bersifat jangka pendek. Diperkirakan pada triwulan III-2010 akan terjadi perbaikan pada ekonomi AS, yang imbasnya adalah terjadinya inflasi. Kenaikan inflasi, mau tidak mau akan membuat The Fed menaikkan suku bunga acuan.
"Nggak mungkin dong Amerika terus di level 0,25% pada interest inflation. Diperkirakan triwulan III ini akan terjadi reverse carry trade," paparnya.
Namun, secara umum hal ini tidak perlu dijadikan ketakutan karena reverse carry trade akan terjadi secara perlahan. Dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, tidak mungkin terjadi bubble.
"Tidak akan ada bubble, karena fundamental yang kuat. Tapi harus reverse ini pelu diwaspadai," paparnya.
(wep/dro)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Bapepam Cabut Izin Usaha Manajer Investasi pada 2 Perusahaan Efek
- Net Beli Asing Turun Rp 3,26 Triliun di Januari 2010
- Skandal Century Tak Pengaruhi Investasi Jangka Pendek Investor Asing
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).









---125x125.gif)
