Berita Lain
-
Minggu, 05/09/2010 16:12 WIB
Jamu RI Kalah Pamor dengan Jamu Malaysia -
Minggu, 05/09/2010 14:36 WIB
Mulai November 2010, Jawa-Bali Dapat Tambahan Daya 330 MW -
Minggu, 05/09/2010 12:58 WIB
Fauzi Bowo : Jangan Terlalu Mudah Bawa Sanak Saudara Adu Nasib di Jakarta -
Minggu, 05/09/2010 12:28 WIB
Industri Jamu Resah Maraknya 'Jamu' Oplosan -
Sabtu, 04/09/2010 17:08 WIB
Puncak Mudik Selasa, ASDP Kerahkan 28 Kapal Ferry -
Sabtu, 04/09/2010 16:04 WIB
Penjual Parsel Cikini Mengaku Bebas Makanan Kadaluarsa
Indeks Berita
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia
Suhendra - detikFinance
Direktur Pengamanan Perdagangan Direktorat Jenderal Kerja sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Ernawati saat ditemui di kantornya, Jumat (19/3/2010) mengatakan, selama ini proses penyampaian kasus tuduhan dumping maupun proses inisiasi termasuk kuisioner yang dilakukan Turki lebih banyak menggunakan bahasa Turki yang menyulitkan dunia usaha di Indonesia.
Selain strategi bahasa, Turki juga kerap kali menggunakan cara-cara pengiriman dokumen terlambat, sehingga cenderung memojokkan pelaku usaha di Tanah Air yang kena tuduhan dumping. Meski pada saat dikonfirmasi oleh pemerintah Indonesia, pihak Turki selalu membantahnya.
Bahkan dalam kasus tuduhan dumping produk ban Indonesia, pihak pemerintah Turki tidak menyebutkan nama perusahaan di Indonesia yang dituduh dumping. Hal ini sangat menyulitkan pemerintah untuk melakukan pendampingan.
"Itu bisa saja," kata Ernawati saat ditanya strategi Turki dalam melakukan penyelidikan dumping.
Dalam kasus penyelidikan dumping produk tutup panci kaca asal Indonesia, yang proses inisiasinya dimulai 17 Desember 2008 dan sampai ini masih berlangsung. Dari dua perusahaan Indonesia yang dituduh dumping yaitu PT Sinar Baru Abadi di Mojokerto dan PT Pakta Abadi Gemilang di Surabaya, ternyata PT Pakta Abadi Gemilang terlambat menerima dokumen kuisioner, hasilnya perusahaan tersebut dianggap tidak kooperatif dan terancam terkena bea masuk anti dumping lebih tinggi.
"Kita tidak terlalu memonitor kasus ini, karena perusahaan bersangkutan tidak full kooperatif," katanya
Berdasarkan data kementerian perdagangan pada tahun 2007 volume ekspor produk tutup panci ke Indonesia sebanyak 818.536 metrik ton dengan nilai US$ 939.238, kemudian pada tahun 2008 naik menjadi 975.904 metrik ton dengan nilai US$ 1,267 juta.
Hingga kini setidaknya sudah ada 13 produk Indonesia telah dikenakan anti dumping oleh Turki seperti ban, tekstil dan lain-lain. Sedangkan untuk safeguard yang paling terbaru adalah produk korek api Indonesia pada Desember 2009 lalu.
(hen/dnl)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga :
- Produsen Billabong Gugat Pengusaha Lokal Soal Peniruan Merek
- RI Ancam Seret Uni Eropa ke WTO Soal Diskriminasi Perdagangan
- RI Diragukan Sanggup Ikuti Integrasi Pasar ASEAN
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).









---125x125.gif)
