Berita Lain
-
Minggu, 05/09/2010 16:12 WIB
Jamu RI Kalah Pamor dengan Jamu Malaysia -
Minggu, 05/09/2010 14:36 WIB
Mulai November 2010, Jawa-Bali Dapat Tambahan Daya 330 MW -
Minggu, 05/09/2010 12:58 WIB
Fauzi Bowo : Jangan Terlalu Mudah Bawa Sanak Saudara Adu Nasib di Jakarta -
Minggu, 05/09/2010 12:28 WIB
Industri Jamu Resah Maraknya 'Jamu' Oplosan -
Sabtu, 04/09/2010 17:08 WIB
Puncak Mudik Selasa, ASDP Kerahkan 28 Kapal Ferry -
Sabtu, 04/09/2010 16:04 WIB
Penjual Parsel Cikini Mengaku Bebas Makanan Kadaluarsa
Indeks Berita
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming
Ramdhania El Hida - detikFinance
Menurut William salah seorang pedagang emas di Pusat Emas ITC Cempaka Mas, harga emas akhir-akhir ini stabil yaitu Rp 320 ribu per gram untuk emas murni. Sedangkan emas 22 karat senilai Rp 270 ribu. Untuk harga beli emas akan dikurangi sebesar Rp 10 ribu.
"Harga emas stabil, sebulan belakangan ini," ujarnya saat ditemui detikFinance di sela-sela melayani pembeli di tokonya, Sabtu (20/3/2010).
Walaupun harga stabil, tetapi William merasa ada penurunan pembeli sekitar 25% sehingga hanya 4-5 potong yang bisa terjual. Hal ini, lanjutnya disebabkan masyarakat yang saat ini lebih mengutamakan kebutuhan pokok dibanding membeli emas.
"Jual beli lesu, uang lagi ketat, biasanya mereka membeli kebutuhan pokok dulu. Kalau ada sisa baru beli emas," keluhnya.
Selain itu, William menilai isu teroris tampaknya juga memberikan dampak terhadap penurunan pembeli. "Mungkin orang takut ke mal gara-gara teroris. Jadi ke mal seperlunya saja," ujarnya.
Berbeda halnya dengan Christine yang juga berjualan di pusat emas ITC Cempaka Mas ini. Menurutnya, sepi pembeli beberapa waktu ini disebabkan alasan bulanan, yaitu belum gajian. "Biasanya ramai kalau awal bulan, lagi gajian," ungkapnya.
Dengan rendahnya daya beli masyarakat saat ini terhadap emas, William mengatakan dirinya menggunakan harga berdasarkan harga yang ditetapkan Antam bukan menggunakan harga dengan perhitungan troy ounce. Hal ini disebabkan dengan daya beli yang rendah itu, Indonesia tidak perlu mengimpor emas dari luar negeri.
"Kalau daya beli masyarakat bagus maka kita menentukan harga memakai troy ounce, karen kita harus impor emasnya dari luar. Nah, tandanya sekarang lagi tidak bagus makanya kita ekspor ke luar," jelasnya.
Saat ini, rata-rata pembeli memiliki daya tarik sendiri-sendiri dalam memilih emas. Hal ini menyebabkan pembelian emas perhiasan merata untuk setiap jenis. Walaupun demikian, cincin tampaknya memiliki kuantitas yang cukup besar karena adanya kebutuhan untuk keperluan pernikahan. Begitu pula untuk investasi. William meyakini dengan emas keuntungan pemiliknya akan meningkat dalam 3 tahun mendatang.
"Pasti meningkat, selama 3 tahun pasti meningkat kalau mempunyai emas," tukasnya.
Hal tersebut diamini Ayu yang membeli gelang di toko William tersebut. Selain bisa digunakan untuk perhiasan, gelang yang dibelinya itu bisa dijadikan investasi.
"Ya, saya pakai gelang ini kalau acara-acara tertentu. Biasanya ya disimpan saja. Jadi bisa dijual kalau ada keperluan mendadak dan saat harganya lagi tinggi," ujarnya.
(nia/dnl)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Harga Emas Kembali Melesat
- China Berpeluang Miliki Cadangan Emas Terbesar di Dunia
- 8 Bank Besar Dunia Sengaja Tekan Harga Emas
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).









---125x125.gif)
